Tugas 47
Tanggal : 25 september 16
Hari ini tepatnya sore
sekitar jam 16.30 aku bersama temanku sepsiana dan tentunya bersama kakak tingkat
biologi juga pergi ke kebun botani milik fkip unsri pendidikan biologi. Kalian
tau apa yang aku dan sepsi serta kakak tingkat
biologi lakukan disana? Ya kami pergi kesana karena kami ingin memberi makan
hewan yang mungil, imut yang juga tidak menjijikkan. itu hanya menurut aku,
karena aku sudah pernah memegangnya. Nama hewan ini adalah mencit. Mencit ini
sejenis tikus juga tetapi lebih baik dari pada tikus. Kenapa aku bilang sepert itu?
itu karena mencit ini boleh kita pegang, boleh kita pelihara. Berbeda dengan tikus.
Kalau tikus warnanya gelap bahkan ada yang berwarna hitam, tetap kalau mencit ini
warnanya putih, itupun kalau sudah dewasa tetapi sewaktu lahir warnanya itu
merah. Dan itulah yang paling imut, gemes yang ingin sekali aku memegangnya.
Tetapi kalian harus hati-hati, kalau kalian ingin memegangnya maka peganglah
bagian ekornya.kenapa aku bilang seperti itu? Karena kalau kita pegang bagian
kepala, badan atau lehernya maka siap-siap saja kita akan digigitnya. Dan kalian
tau gigitan mencit ini tidak kalah dengan gigitan kalajengking atau hewan
berbahaya lainnya. Jadi, kalau kalian tidak takut ya silahkan saja pegang.
Tetapi kalau kalian ingin aman maka peganglah pada bagian ekornya.
Perjalanannya cukup
jauh sih, tetapi sesat kita sampai disana kita bertiga sudah di hadang oleh
nyamuk yang lapar yang siap mengigit kita. Tetap tenang jangan kawatir, karena
disana sudah disiapkan soffel yang dapat membuat nyamuk tak mau mengigit kita.
Tetapi tetap saja perlu di waspadai karena bisa sajakan ada nyamuk yang tahan
terhadap soffel. Saat di dalam kandang mencit itu ada kipas angin. Setiap kita ingin
memberi makan dan memberi minum mencit harus di hidupkan kipasnya terlebih
dahulu. itulah yang membuat aku penasaran. Kenapa ya kipas anginnya tersebut
harus dihidupkan saat memberi makan dan
minum mencit? Apa ada alasan yang mengenai ini?
Sekian
One day one problem
Tidak ada komentar:
Posting Komentar