Jumat, 18 November 2016

besaran dan satuan


Besaran dan satuan
A.      Besaran pokok dan besaran turunan
1.       Besaran pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Berikut ini merupakan  7  buah besaran pokok.
a.       Panjang ( l ).
b.      Massa ( m ).
c.       Waktu (t ).
d.      Kuat arus listrik ( I ).
e.      Suhu ( T ).
f.        Intensitas cahaya ( I ).
g.       Jumlah zat ( N ).
2.       Besaran turunan.
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Berikut adalah table besaran turunan beserta rumusnya.
Besaran turunan
Rumus
Luas ( A )
Panjang x lebar
Volum ( V )
Panjang x lebar x tinggi
Massa jenis ( p )
Massa/ volum
Kecepatan ( v )
Perpondahan/ waktu
Percepatan ( a )
Kecepatan/ waktu
Gaya ( F )
Massa x percepatan
Usaha dan energy ( W )
Gaya x perpindahan
Tekanan ( P )
Gaya/ luas
Daya ( P )
Usaha/ waktu
Momentum ( p )
Gaya x waktu

B.      SISTEM SATUAN DAN DIMENSI
1.       Sistem Satuan
System satuan yang digunakan pada besaran pokok dan besaran turunan adalah sitem Satuan Internasional (SI ) atau system metric. Sitem metric dikenal sebagai meter, kilogram, dan sekon disingkat mks. Selain system metric terdapat pula system Inggris ( imperial system ). System Inggris dikenal sebagai foot, pound, dan second disingkat fps.
System metric memiliki keunggulan yaitu bahwa satuan tiap besaran, baik besaran pokok ataupun besaran turunannya dapat dinyatakan dalam satuan SI ( Sistem Metrik ), hanya dengan menggunakan awalan. Awalan tersebut menyatakan kelipatan yang semuanya merupakan pangkat dari 10.
Table berikut menunjukkan awalan pada satuan SI.
Awalan
Singkatan
Kelipatan
Contoh
Piko
p
1012
Pikometer (pm)
Nano
n
109
Nanometer (nm)
Mikro
u
106
Microgram (ug)
Mili
m
103
Milligram (mg)
Senti
c
102
Sentimeter (cm)
Desi
d
101
Desimeter (dm)


Pengali

Tera
T
1012
Tetrameter (Tm)
Giga
G
109
Gigameter (Gm)
Mega
M
106
Megagram (Mg)
Kilo
k
103
Kilogram (kg)
Hekto
h
102
Hectometer (hm)
Deka
da
101
Dekameter (dam)

2.       Dimensi
Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok.
Tabel. Satuan dan Dimensi Besaran Pokok
Besaran Pokok
Satuan
Dimensi
Panjang
m
[L]
Massa
kg
[M]
Waktu
s
[T]
Kuat arus listrik
A
[I]
Suhu
k
[O]
Intensitas cahaya
cd
[i]
Jumlah zat
mol
[N]

C.      ANGKA PENTING
1.       Notasi Ilmiah
Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai :


a, … x 10n
 
 
                                                             
                   Dengan : a= bilangan asli mulai dari 1 sampai dengan 9
                                  n= eksponen dan merupakan bilangan bulat
                              10n= menunjukkan orde                                                                
              Aturan penulisan hasil pengukuran dengan notasi ilmiah:
a.       Untuk bilangan yang lebih dari 10, pindahkan koma decimal ke kiri dan eksponennya positif.
Contoh : 150.000 = 1,5 x 105
b.      Untuk bilangan yang kurang dari 1, pindahkan koma decimal ke kanan dan eksponennya negative.
Contoh : 0,0035 = 3,5 x 104
2.    Aturan Angka Penting
Aturan-aturan angka penting yang dapat digunakan untuk menentukan banyak angka penting pada hasil suatu pengukuran adalah sebagai berikut.
a.    Semua angka bukan nol adalah angka penting.
b.   Angka nol yang terletak diantara dua angka bukan nol termasuk angka penting.
Contoh : 1,005 memiliki angka penting yaitu 1, 0, 0 dan 5.
c.    Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik decimal adalah bukan angka penting.
Contoh : 0,0045 memiliki 2 angka penting, yaitu 4 dan 5.
d.   Semua ngka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma decimal termasuk angka penting.
Contoh : 0,0045 memiliki empat angka penting yaitu 4, 5 dan kedua angka nol setelah angka 45.
e.   Dalam notasi ilmiah semua angka sebelum orde termasuk angka penting.
Contoh : 2,6 x 104 memiliki 2 angka penting yaitu 2 dan 6.                     

1 komentar: